Showing posts with label HOT News. Show all posts
Showing posts with label HOT News. Show all posts

Wednesday, December 19, 2012

2013, Indonesia Kembali Dibanjiri Konser Artis Korea


Gelombang Korea di Indonesia belum juga reda. Setelah diramaikan dengan berbagai konser di tahun 2012, awal tahun depan tepatnya Maret 2013 konser terbesar dari Korea akan dihelat di Indonesia.

Setelah menghelat konser di Jepang, Perancis, Hong Kong, Chili, acara yang diberi nama 'KBS Music Bank - World Tour 2013 in Jakarta' itu dipastikan akan dihelat di Gelora Bung Karno pada 9 Maret 2013.

Promotor Asia Top Entertaiment didukung Live Motion Pictures (Korea) dan Marygops Studios (Indonesia) memastikan kehadiran 8 idola top asal Korea.

"Cukup lama membuat rencana penyelenggaraan Music Bank ini. Kami berharap acara ini bisa membagi kesempatan dengan fans di Indonesia. Kami buka pintu kepada penggemar Kpop, bisa hadir. Kami kemas dengan sesuatu yang lain," ujar CEO Live Motion Pictures, Dan Kim saat konferesi pers di Nutz Culture, Senayan City, Jakarta, Rabu 19 Desember 2012.

KBS Music Bank World Tour in Jakarta akan mempertemukan 8 idola K-pop ternama sepert Super Junior, SHINee, 2PM, Beast, Infinite, Sistar, Teen Top, dan Eru. Selain menampilkan pertunjukan yang megah, konser ini sekaligus meramaikan perayaan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Korea.

"2013 merupakan tahun bersejarah bagi Indonesia dan Korea, 40 tahun terjalin hubungan diplomatik. Untuk merayakan dan memeriahkan suasana tersebut, kami rencakan bawa hadiah besar, kita bisa sama-sama ikut serta," ujar Dan.

Music Bank sendiri merupakan acara musik mingguan yang disiarkan oleh stasiun televisi KBS di Korea. Tayangan Music Bank disiarkan secara langsung ke 72 negara di seluruh dunia.

"Durasi 3 jam, tema mengusung 40 tahun Indonesia-Korea akan mengambil konsep Music Bank yang sudah ada, ditambah konsep baru. Kami masukkan beberapa, mungkin artis Indonesia untuk present Indonesianya. Untuk pemilihan artis Indonesia akan kami selenggarakan polling, jadi ini konser dibuat oleh para fans," ujar Creative Director Marygops, Peter Harjani.

Jakarta akan menjadi negara kelima dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang disambangi dari rangkaian Music Bank World Tour. Untuk tiket, pihak promotor baru memastikan untuk kelas Festival akan dijual dengan harga, Rp900ribu. Penggemar bisa mulai memesan tiket pada 20 - 25 Desember 2012. Untuk kelas lainnya seperti Gold, Silver, Bronze, dan Diamond akan diberitahu selanjutnya melalui web resmi mereka.

Read more »

Sunday, December 16, 2012

150 Balita di Papua Positif Mengidap HIV/AIDS


Sebanyak 150 balita di Papua positif mengidap virus HIV/AIDS. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan. Bayi-bayi ini tertular orangtua mereka sendiri.

"Balita yang positif tersebar di sejumlah daerah di Papua, dan penularannya melalui orangtua," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rinta, Senin 17 Desember 2012. 

Josef menjelaskan, dari total 13 ribu penderita HIV/AIDS sepanjang 2012 ini, sekitar 80 persen penderita HIV/AIDS di Papua adalah usia potensial, antara 15-40 tahun.

Sementara, penyebarannya kebanyakan melalui hubungan seks. "Sebanyak 98 persen virus mematikan ini menyebar melalui pola hidup gonta-ganti pasangan, namun tidak pakai pengaman," katanya.

Lebih dominan pihak yang menyebarkan virus mematikan ini adalah kaum pria. Karena menurut Josef, pria Papua lebih sering gonta ganti pasangan.

"Pria di Papua mobilitasnya sangat tinggi, sehingga agak sulit dijangkau program akan bahaya HIV/AIDS," jelasnya.

Untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Papua akan terus menggalakan program mengenai bahaya virus mematikan itu. 

Namun, dengan kondisi geografis Papua, dinas kesehatan kesulitan melaksanakan program ini. Khususnya di daerah-daerah pedalaman. "Kami kesulitan mendeteksi untuk masyarakat yang di pedalaman, ini karena akses yang sulit," katanya.

vivanews.com

Read more »

Friday, October 5, 2012

Kota Yogya Peringati Ultah tanpa Java Carnival

BioenergiNEWS - Kota Yogyakarta memperingati hari ulang tahunnya yang ke-256, bulan ini. Berlangsung selama dua pekan, 5-20 Oktober 2012, perayaan tahun ini tak disertai acara promosi pariwisata Jogja Java Carnival seperti tahun sebelumnya.


Wali Kota Haryadi Suyuti mengatakan keputusan meniadakan JCC dilakukan pada awal tahun. Namun, ia berharap serangkaian acara dalam peringatan tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan. "Hari ulang tahun kota semarak," katanya, Kamis, 4 Oktober 2012.

Di antara kegiatan peringatan itu adalah pemasangan penjor di kawasan Malioboro dan instalasi seni di ruang-ruang publik. Pemasangan umbul-umbul di kampung-kampung yang menjadi penanda rangkaian peringatan ulang tahun. Kegiatan peringatan itu berakhir pada 20 Oktober 2012 dengan menampilkan kesenian dari daerah di kota Yogyakarta di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. "Bisa jadi daya tarik wisata," katanya.

JJC digelar sejak 2008. Waktunya bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta. Selama ini, kegiatan itu dibiayai melalui pos dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Tahun ini pemerintah menghapus kegiatan ini lantaran terbentur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian dana hibah dan bantuan sosial.

Pemerintah merencanakan mengubah karnaval tahunan itu menjadi even dua tahunan. Bahkan kini muncul pemikiran pendanaannya akan dilakukan bersama, yakni antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta, Deddy Arnowo Eryono, mengatakan selama lima tahun digelar, JJC belum berdampak signifikan pada peningkatan wisatawan di Kota Yogyakarta. JCC, yang digelar saban tahun, hanya mempermudah promosi wisata saja. 

Ia mengatakan tak ada masalah JJC diubah menjadi acara pariwisata dua tahunan atau bahkan tiga tahunan sekali pun. Keputusan meniadakan JCC pada tahun ini pun sebenarnya bisa dimaklumi karena pemerintah tak bisa memaksakan diri melanggar peraturan menteri. Namun, ia berharap ada evaluasi secara menyeluruh yang melibatkan banyak pihak pelaku wisata. "Jadi bisa tetap bersinergi dengan acara wisata yang lain," katanya. 

Sumber : Tempo.co

Read more »

Banyak Disuka, Video Gangnam Style Pecahkan Rekor Dunia



BioenergiNEWS - Video "Gangnam Style" pecahkan rekor Guinnness World Record sebagai video YouTube yang paling disukai. Demikian Entertainment Weekly mewartakan, Jumat (21/9/2012).
Terhitung sejak diunggah pada 15 Juli silam sampai saat ini, video lagu milik Psy, penyanyi asal Korea Selatan itu, telah ditonton hampir 250 juta kali dan disukai oleh 2.299.054 orang.


Dengan demikian, "Gangnam Style" berhasil menggeser "Party Rock Anthem" milik LMFAO (1.574.963 likes) yang sebelumnya menduduki posisi pertama, diikuti "Baby" milik Justin Bieber (1.327.147 likes) dan "Rolling in The Deep" (1.245.641), lagu balad yang ditembangkan Adele.

"Dulu, adalah hal yang mustahil kalau sesuatu (video YouTube) dapat ditonton ratusan juta kali, tapi sekarang, "Gangnam Style" telah mencapainya, bahkan dua kali lipat dalam waktu tiga bulan di YouTube. Psy, sertifikatmu menunggu di sini di kantor kami, ayo ambil kapan saja!" kata Dan Barrett, Community Manager Guinness World Records.


Adalah gaya menari Psy yang mirip "menunggang kuda" yang membuat "Gangnam Style" berhasil merebut perhatian dunia. Dalam penampilannya di Ellen Show belum lama ini, Psy sempat menjelaskan konsep tariannya itu. "Dressed classy, dance cheesy," katanya.



Sumber : tribunnews.com


Read more »

Friday, September 28, 2012

Komnas HAM Dukung Pengendalian Dampak Rokok

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendukung pengendalian dampak rokok bagi kesehatan. Asap rokok yang berbahaya bagi kesehatan dinilai bertentangan dengan hak asasi, terutama hak atas hidup dan lingkungan sehat.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyusun Naskah Akademis tentang Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Naskah akademis tersebut diserahkan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim kepada Staf Khusus Politik Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Sulistomo, Jumat (28/9), di Jakarta.

Ifdhal mengatakan, naskah diharapkan ditindaklanjuti sebagai usulan guna mendorong aksesi FCTC dalam rangka melindungi hak asasi warga dari bahaya merokok dan asap rokok orang lain. ”Komnas HAM memberi perhatian pada hak-hak kategori hak ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu dari hak itu adalah hak atas kesehatan dan hak atas lingkungan sehat dan bersih, yang terkait erat dengan FCTC yang dirumuskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” ujarnya.

”Sebagaimana terungkap dalam banyak penelitian, kematian terkait dengan rokok bisa sangat tinggi. Perlindungan negara atas hak atas hidup tidak lagi didefinisikan sebagai pembunuhan seketika oleh aparat hukum atau penangkapan sewenang-wenang saat perang, tetapi juga kondisi yang dibangun satu negara untuk menjamin masyarakat terhindar dari kematian karena sesuatu yang bisa dicegah, seperti mengendalikan asap rokok,” kata Ifdhal.

Hak hidup sehat

Kesehatan dan hidup yang sehat merupakan hak asasi manusia, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Pasal 28H UUD 1945 menjamin setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik.

Bambang Sulistomo mengatakan, pihaknya senang Komnas HAM mendorong adopsi FCTC yang merupakan kerangka kerja yang mengikat secara hukum dalam pengendalian tembakau. ”Menteri Kesehatan sudah mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri untuk mendorong aksesi FCTC. Selain itu, Indonesia sudah membuat tim kerja aksesi FCTC pada tahun 2012,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini, pengendalian rokok dianggap menindas hak petani. Padahal, mengendalikan rokok justru dalam rangka menegakkan HAM dalam cakupan lebih luas.

Subagyo Partodiharjo, anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua Kaukus Kesehatan, mengemukakan, merokok itu hak, tetapi hidup sehat itu hak asasi. ”Kedudukan hak asasi lebih tinggi,” katanya. (INE)[Kompas.com]

Read more »

Thursday, September 27, 2012

Kebangkitan Roh Krakatau dari Dasar Laut

 Ledakan dahsyat dari bawah laut yang mengawali lahirnya Anak Krakatau terekam pada tahun 1928-1929.

Kebangkitan roh Krakatau itu awalnya dilihat oleh sekelompok nelayan pada suatu sore, 29 Juni 1927. "Dengan suara bergemuruh, gelembung-gelembung gas yang sangat besar mendadak menyembul ke permukaan laut," tulis Simon Winchester (2003), menggambarkan kemunculan gunung baru dari bekas kaldera Krakatau, "Gelembung-gelembung itu meledak menjadi awan-awan yang menyemburkan abu dan gas belerang yang berbau busuk."

Mendengar kabar samar dari warga, pada Januari 1928, geolog Belanda, JMW Nash, datang ke bekas kaldera Krakatau. Dia pun menyaksikan munculnya pulau baru atau lebih persisnya lapisan pasir berbentuk separuh lingkaran sepanjang sekitar 10 meter. Di pusat lengkungan, dia melihat gundukan batuan setinggi 8,93 meter di atas permukaan laut yang masih berasap. Lapisan pasir ini merupakan embrio kelahiran pulau gunung api yang diberi nama: Anak Krakatau. Gundukan yang menjadi pusat semburan itu kemudian terus menyembul ke atas dan menjadi kawahnya. 

Kemunculan Anak Krakatau persis dengan ramalan Verbeek. Pada 1885, setelah beberapa kali kunjungan ke Krakatau, dia memperingatkan tentang kemungkinan kebangkitan roh Krakatau, "...jika gunung api ini melakukan aktivitas baru, diperkirakan pulau-pulau akan muncul di tengah cekungan laut yang dikitari oleh puncak Rakata, Sertung, dan Panjang, sebagaimana Pulau Kaimeni muncul dalam Kelompok Santorini, dan persis sebagaimana kawah Danan dan Perbuatan itu sendiri dulu dibentuk di laut di dalam dinding-dinding kawah purba." 

Kelahiran kembali Anak Krakatau pasca-kehancuran 1883 menguatkan kisah tentang Proto Krakatau. Spekulasi ini awalnya disampaikan oleh George Adriaan De Neve yang menduga kaldera kuno Krakatau meledak pada abad ketiga masehi. Dia mendasarkan dugaannya pada dokumen sejarah dan deposit vulkanik yang terdapat di bawah laut Selat Jawa. 

"Ada bukti bahwa jauh sebelum letusan 1883—barangkali 60.000 tahun yang lalu atau sebelum itu—ada sebuah gunung yang jauh lebih besar yang oleh beberapa orang geolog disebut Krakatau Purba yang mereka yakini setinggi 6.000 kaki dan terpusat di sebuah pulau yang nyaris bundar sempurna, dengan diameter 9 mil," sebut Winchester.
Namun, sebuah letusan dahsyat meluluhlantakkan pulau itu sehingga terbentuk gugusan pulau yang terdiri dari empat buah pulau kecil. Di ujung utara gugusan itu ada dua pulau karang yang rendah dan berbentuk bulan sabit, yang di timur disebut Panjang dan di sebelah barat disebut Sertung. Di dalam lingkaran yang dibentuk kedua pulau tadi, terdapat Polish Hat, yaitu potongan kecil batuan vulkanik, dan sebuah pulau yang terdiri dari tiga puncak, yaitu Rakata di puncak selatan, Danan di bagian tengah, dan Perbuatan di utara. 

Keberadaan pulau-pulau ini sebelum letusan 1883 memang tak terbantahkan. Dari laporan-laporan perjalanan penjelajah Barat, pulau-pulau itu dulunya telah dihuni. Kapal Resolution dan Discovery yang dipimpin penjelajah Inggris terkenal, Kapten James Cook, pernah berhenti di Pulau Krakatau dua kali. Kedua kapal itu sedang dalam perjalanan mencari dunia selatan. Seperti yang dicatat oleh kolega Cook, botanikus Joseph Banks, pada Januari 1771, "Di malam hari membuang sauh di bawah pulau tinggi yang di kalangan para pelaut disebut Cracatoa dan oleh orang-orang India Pulo Racatta."
Banks melanjutkan laporannya, "... pagi ini ketika bangun kami melihat ada banyak rumah dan pohon-pohon perkebunan di Cracatoa, jadi barangkali kapal bisa menambah bekal di sini." Enam tahun kemudian Cook kembali singgah di sana dan masih menemukan desa-desa dengan ladang lada dan aneka tanaman lainnya.
Jauh sebelum para geolog berspekulasi soal keberadaan Proto Krakatau, orang-orang Jawa kuno sebenarnya telah memiliki keyakinan tentang keberadaan gunung ini. Bahkan, dalam mitologi Jawa, konon, Pulau Sumatera dan Jawa awalnya masih menyatu. Letusan Krakatau dianggap telah memisahkan daratan ini hingga menjadi dua pulau, seperti dituturkan dalam Kitab Raja Purwa yang ditulis pujangga Surakarta, Ronggowarsito, pada tahun 1869.
Alkisah, daratan Jawa dan Sumatera waktu itu masih menyatu. Suatu ketika, Sri Maharaja Kanwa, yang memimpin tanah Jawa, terbawa angkara dan menikam seorang pertapa yang bernama Resi Prakampa hingga tewas. Seketika itu juga Gunung Batuwara terdengar bergemuruh. Gunung Kapi—nama lama Krakatau—mengimbanginya dengan letusan dahsyat, keluar apinya merah mengangkasa, guruh guntur, air pasang menggelora, lalu datang bencana berupa air bah dan hujan lebat. Nyala api yang merah membara tidak terpadamkan oleh air, malah semakin besar. Gunung Kapi runtuh bercerai-berai masuk ke dalam bumi.
Air laut menggenangi daratan, mencapai Gunung Batuwara atau Gunung Pulosari ke timur hingga Gunung Kamula, Gunung Pangrango atau Gunung Gede, dan ke barat hingga Gunung Rajabasa di Lampung. Ketika laut telah surut kembali, Krakatau dan tanah-tanah di sekitarnya telah menjadi lautan. Di bagian barat laut dinamakan Pulau Sumatera dan di bagian timur dinamakan Jawa.
Narasi dalam Kitab Raja Purwa ini, bagi sebagian ilmuwan Barat hanyalah dongeng yang awalnya dipandang sebelah mata. Kitab ini nyaris tak pernah menjadi rujukan penelitian tentang Krakatau. Namun, belakangan, temuan lapisan endapan yang jauh lebih tua dibandingkan letusan 1883 menguatkan bahwa Krakatau pernah meletus sebelum tahun itu.
"Sebelum pembentukan kaldera 1883, Krakatau minimal dua kali meletus. Kami menemukan dua kelompok hasil letusan kaldera di bawah lapisan endapan yang terbentuk pada tahun 1883, lokasi persisnya di singkapan timur-tenggara Pulau Rakata dan Panjang," kata Sutikno.
Pendataan karbon yang dilakukan oleh Haraldur Sigurdsson tahun 1999 menemukan, di bawah endapan akibat letusan 1883 terdapat endapan yang terbentuk pada tahun 1215 masehi dan 6600 sebelum masehi.
Ahli tsunami, Gegar Prasetya, juga meyakini keberadaan Krakatau Purba yang pernah meletus jauh lebih hebat dibandingkan letusan tahun 1883. Bahkan, tidak menutup kemungkinan "dongeng" tentang pemisahan Jawa dan Sumatera akibat letusan Krakatau itu adalah kenyataan geologi.
Ken Wohletz dari Los Alamos National Laboratory telah membuat simulasi tentang kemungkinan pemisahan Pulau Jawa dan Sumatera itu akibat letusan leluhur Anak Krakatau. Kesimpulannya, letusan super (supereruption) berskala 8 dalam indeks letusan gunung api (volcanic explosivity index /VEI) sebagaimana letusan gunung api super (supervolcano) Toba di Sumatera Utara bisa sangat mungkin pernah terjadi di Krakatau.
Tak gampang membayangkan bagaimana kedahsyatan letusan Proto Krakatau itu, mengingat letusan Krakatau pada 1883 saja sudah sedemikian mengerikan dan menimbulkan petaka tak terperi.(Tim Penulis: Ahmad Arif, Indira Permanasari, Yulvianus Harjono, C Anto Saptowalyono)

Read more »