BIOENERGICENTERNEWS, JAKARTA - Sentimen negatif pasar keuangan global mendorong nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Selasa (20/12/2011) pagi kembali tertekan.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak melemah 40 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.060.
Pengamat pasar keuangan Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, di Jakarta, Selasa, mengatakan, sentimen negatif eksternal yang cukup kuat terus menggerus nilai rupiah terhadap dollar AS.
Ia menambahkan, situasi perekonomian global yang belum dapat diprediksi memicu pelaku pasar akan cenderung menempatkan dananya dalam mata uang safe haven. "Mata uang dollar AS merupakan salah satu mata uang ’safe haven. Kondisi global yang tidak dapat diprediksi membuat pelaku pasar cenderung menempatkan dananya ke mata uang safe haven," kata dia.
Meski demikian, kata dia, saat ini pergerakkan rupiah cenderung berada dalam kisaran yang terbatas di level Rp 9.000 hingga Rp 9.100 per dollar AS. "Rupiah masih di jaga BI di level yang wajar. Jika rupiah melemah, pelemahan itu tidak akan terlalu signifikan dan juga sebaliknya," ucap dia.
Sementara, analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menambahkan, pasar keuangan Asia hari ini diperkirakan akan cenderung mixed dengan kecenderungan menguat.
Ia mengatakan, kabar negara-negara anggota UE memberikan pinjaman senilai 150 miliar euro (195 miliar dolar) kepada IMF untuk selanjutnya digunakan sebagai dana talangan bagi negara-negara UE yang membutuhkan bantuan akan dapat menjadi sentimen positif.
Ia menambahkan, mulai Januari 2012 mendatang, bank sentral eropa (ECB) akan memulai tugasnya sebagai "market agent" menggunakan dana EFSF (European Financial Stability Facility) senilai 440 miliar euro, kondisi itu diharapkan dapat memulihkan keyakinan investor.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak melemah 40 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.060.
Pengamat pasar keuangan Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, di Jakarta, Selasa, mengatakan, sentimen negatif eksternal yang cukup kuat terus menggerus nilai rupiah terhadap dollar AS.
Ia menambahkan, situasi perekonomian global yang belum dapat diprediksi memicu pelaku pasar akan cenderung menempatkan dananya dalam mata uang safe haven. "Mata uang dollar AS merupakan salah satu mata uang ’safe haven. Kondisi global yang tidak dapat diprediksi membuat pelaku pasar cenderung menempatkan dananya ke mata uang safe haven," kata dia.
Meski demikian, kata dia, saat ini pergerakkan rupiah cenderung berada dalam kisaran yang terbatas di level Rp 9.000 hingga Rp 9.100 per dollar AS. "Rupiah masih di jaga BI di level yang wajar. Jika rupiah melemah, pelemahan itu tidak akan terlalu signifikan dan juga sebaliknya," ucap dia.
Sementara, analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menambahkan, pasar keuangan Asia hari ini diperkirakan akan cenderung mixed dengan kecenderungan menguat.
Ia mengatakan, kabar negara-negara anggota UE memberikan pinjaman senilai 150 miliar euro (195 miliar dolar) kepada IMF untuk selanjutnya digunakan sebagai dana talangan bagi negara-negara UE yang membutuhkan bantuan akan dapat menjadi sentimen positif.
Ia menambahkan, mulai Januari 2012 mendatang, bank sentral eropa (ECB) akan memulai tugasnya sebagai "market agent" menggunakan dana EFSF (European Financial Stability Facility) senilai 440 miliar euro, kondisi itu diharapkan dapat memulihkan keyakinan investor.
Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI

0 comments:
Post a Comment